Demo Mahasiswa Ricuh, Polisi Tembakan Gas Air Mata
Editor : Rudi | Penulis: Rima

peristiwa | 08 Oktober 2020 | Dilihat : 11


PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Aksi turun ke jalan ribuan mahasiswa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Pekanbaru, berlangsung ricuh, Kamis (8/10/2020) siang.

Aksi turun ke jalan ini menjadi rangkaian dari mogok nasional yang dilakukan kelompok buruh dan mahasiswa.

Pantauan wartawan ridarnews.com dilapangan terlihat ribuan mahsaiswa dari pelbagai perguruan tinggi di Kota Madani julukan Kota Pekanbaru menggeruduk Gedung DPRD Provinsi Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru. Mereka mendesak DPR dan pemerintah agar membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan DPR RI.

Kehadiran ribuan massa mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP. Pihak kepolisian dan Satpol PP menerjunkan pasukan anti huru hara (PHH) dan mobil water canon

Kendati mendapat pengawalan ketat, tak membuat nyali mahasiswa ciut. Justru sebaliknya, massa mahasiswa semakin bersemangat menyuarakan ketidak berpihakkan pemerintah terhadap pekerja melalui Omnibus Law Cipta Kerja.

Ribuan massa yang terkonsentrasi dipintu masuk gedung dewan sudah ditutup sebelum massa demonstran sampai di gedung dewan.

Setelah berorasi berjam-jam didepan pintu masuk yang terkunci, ribuan massa memaksa masuk dengan cara mendoprak pintu masuk pintu yang dijaga ketat aparat. 

Selain mendobrak pintu, ada juga yang melempari petugas dengan batu dan botol air minum.

Mengetahui ada yang melempar petugas, koordinator lapangan aksi meminta rekan-rekannya agar tidak terprovokasi oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan ingin suasana menjadi caps.

"Hati- hati provikasi," teriak korlap melalui pengeras suara.

Namun, situasi terlanjur panas. Aparat keamanan kemudian melepaskan  tembakan gas air mata.

Akibatnya, puluhan mahasiswa dan wartawan yang berada dekat kerumunan massa aksi terkena gas airmata.

Hingga berita ini dirilis, aksi unjuk rasa masih berlangsung. [Rima]

Artikel Kanan
Artikel Kanan