Festival Bono Surfing, Begini Harapan Bupati Pelalawan
Editor : redaksiridarnews | Penulis: Devit

adv | 12 November 2022 | Dilihat : 42

Festival Bono Surfing tahun 2022 dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di halaman kantor Camat Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Jumat (11/11/2022) .

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Festival Bono Surfing tahun 2022 dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di halaman kantor Camat Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Jumat (11/11/2022) .

Kehadiran Gubri Syamsuar disambut meriah oleh Bupati Pelalawan Zukri dan Wakil Bupati Pelalawan Nasarudin, serta masyarakat Teluk Meranti.

Gubri Syamsuar mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus selalu berkomitmen dalam mengembangkan pariwisata di Bumi Lancang Kuning.

Apalagi setelah pandemi Covid-19, sektor pariwisata menjadi satu di antara langkah pemerintah untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di Provinsi Riau.

Sehingga, Festival Bono Surfing Bekudo Bono tersebut menjadi sebagai bukti kebangkitan pawisata untuk daerah Kabupaten Pelalawan.

“Sudah dua tahun kita tidak melaksanakan acara seperti ini, itu semua karena wabah Pandemi Covid-19. Namun, melalui events Bono Surfing 2022, kita mulai lagi kebangkitan pariwisata di Provinsi Riau tepatnya daerah Kabupaten Pelalawan," katanya.

Dijelaskan Gubernur Syamsuar, dalam mengembangkan objek wisata Bono di aliran Sungai Kampar itu Pemprov Riau telah mendukung pembangunan jalan lintasnya.

Namun, dikarenakan harus ada pemerataan pembangunan infrastruktur ke setiap daerah di Provinsi Riau, maka ada terdapat sebagian perbaikan jalan yang belum selesai.

Dengan begitu, dirinya berharap diperlukan juga kerja sama dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan objek wisata ini.

"Cara-cara seperti ini bisa dilakukan secara bersama-sama, insyaallah objek wisata kita berkembang dengan baik," katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Pelalawan, Zukri menyampaikan, minimnya pengunjung yang datang ke Teluk Meranti Pelalawan. Menurutnya permasalahannya adalah pada akses jalan.

Bupati Zukri berharap, bahwa pembangunan jalan menuju Desa Wisata Bono dapat diselesaikan bersama-sama.

“Sebenarnya secara wilayah kita ini sangat dekat dengan negara tetangga. Oleh karena itulah saya yakin para turis mancanegara banyak datang ketempat kita ini, jika akses menuju kesini dipermudah,” ungkapnya.

“Sebab bono ini bukan hanya keajaiban alam di Indonesia tetapi objek wisata Bono sudah di akui oleh dunia,” katanya.

Hampir setiap tahun Festival Bono diburu para peselancar dunia. Sebut saja para peselancar Australia yakni James Cotton, Roger Gamble dan Zig Van Der Sluys.

Tiga peselancar asal Negeri Kangguru itu, berhasil mencetak rekor surfing dengan menaklukkan gelombang Bono sejauh 17,2 kilometer. Menorehkan rekor dunia, berselancar terpanjang di Bono Sungai Kampar pada tahun 2016 lalu.

Pada umumnya, puncak Bono atau gelombang tertinggi dapat diprediksi sesuai kalender bulan purnama, atau berdasarkan kalender tarikh qomariyah.

Uniknya Bono Surfing terletak pada ombaknya yang berlawanan dengan arah arus sungai, sehingga tekanannya cukup deras.

Tak seperti ombak besar di laut, tinggi Ombak Bono bisa mencapai 6 meter, memanjang sekitar 300 meter, dengan kecepatannya 40 km per jam. Suara dari hempasan gelombangnya bikin andrenalin bakal membuncah.

Fenomena alam langka di Sungai Kampar tersebut terjadi akibat pertemuan arus pasang laut dengan arus sungai.

Tahun 2022 ini, sebanyak 12 peselancar dari sejumlah negara telah tiba di Teluk Meranti. Di antaranya dari Rusia, Singapura, Inggris, Australia, Portugal, Austria, Jerman, dan negara lainnya. Mereka akan menakluki gelombang sungai kampar bersama peselancar nasional dan lokal.

Events yang disebut warga lokal Bekudo Bono itu akan dirangkum dengan atraksi kesenian, permainan rakyat, pagelaran budaya hingga terdapat bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Seorang peselancar wanita yang berasal dari Rusia, Carolina mengatakan, bermain ombak Bono di Sungai Kampar merupakan impiannya sejak sepuluh tahun silam.

“Halo nama saya Carolina asal saya dari Rusia tapi sekarang ini tinggal di Bali. Saya sudah lama memimpikan berselancar di sini, sudah ada sepuluh tahun saya ingin bermain di Bono,” ucapnya. (Davit/Advertorial)

Artikel Kanan
Artikel Kanan