Wow....Ada Dugaan Pungli di Satpol PP Bengkalis, Mantan THL akan Lapor ke Polres
Editor : redaksiridarnews | Penulis: Rilis

bengkalis | 18 Januari 2023 | Dilihat : 85

Ilustrasi (internet)

BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Mantan Tenaga Harian Lepas (THL) Satpol PP Kabupaten Bengkalis bernama Dadang mengungkapkan adanya dugaan korupsi berupa pungli yang dilakukan oleh Kasatpol PP Bengkalis berinisial HI. 

Dadang menceritakan, kejadian itu bermula saat ia menyetorkan uang sekitar Rp 15 Juta kepada HI yang saat itu Satpol PP Bengkalis masih dipimpin oleh Jenri Salmon Ginting agar dirinya lolos rekrutmen THL Satpol PP Kabupaten Bengkalis pada Tahun 2018.

"Awalnya tu ditugaskan di Rupat Utara kurang lebih 3 bulan habis tu dipindahkan ke Bengkalis lagi," ucap Dadang kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (16/1/2023). 

Setelah berjalan satu tahun, Dadang mengaku bahwa HI menyampaikan adanya rekrutmen tertutup THL Satpol PP Bengkalis. Namun sebelum itu ia mengaku bahwa HI sempat mencoba meminjam uang kepada dirinya. 

"Ada penerimaan tertutup, tapi sebelum tu dia sempat pinjam uang sama saya, saya cuma kasih Rp 3 Juta itu pun belum dikembalikan," katanya. 

Terkait adanya penerimaan tertutup tersebut, Dadang menyetorkan hampir ratusan juta kepada HI dari 13 orang yang dijumpai Dadang yang ingin bekerja sebagai THL di Satpol PP Bengkalis. Meskipun Dadang juga mengaku pernah diberikan uang sebesar Rp 2,5 Juta dari hasil pungli tersebut. 

"Pertama Rp 10 juta, ada Rp 15 juta sampai Rp 20 juta saya ambil dari orang orang ini. kurang lebih dari 13 orang ini tak ada satupun yang masuk. Saya coba pertemukan dia ngaku sibuk terus," ungkapnya. 

Karena tak kunjung mendapatkan kejelasan, Dadang mengaku bahwa dirinya menjadi sasaran kemarahan para korban pungli. Sehingga pihak keluarga Dadang berinisiatif untuk menjual tanah kavling demi mengembalikan uang para korban tersebut. 

Pengembalian uang tersebut, dilakukan dengan surat pernyataan bermaterai yang turut disaksikan oleh Kepala Desa Wonosari bernama Suswanto, Ketua RW  09 Arsyad, dan dua anggota Polri Aturiyas Adi Wibowo dan Gabe. 

Usai mengembalikan uang kepada para korban, Dadang mengaku diberhentikan dari Satpol PP Kabupaten Bengkalis. 

"Setelah mengembalikan uang, saya bertemu dengan HI dan dia minta maaf sama saya, dia bilang lepas hari raya saya disuruh bertemu Kasatpol PP Bengkalis Pak Ginting. Tapi pernah jadi bertemu dengan beliau dan saya sudah 3 tahun diberhentikan dari Satpol PP Bengkalis," katanya. 

Atas hal tersebut, Dadang mengaku sangat dirugikan, pasalnya uang pungli tersebut bukanlah dinikmati oleh dirinya. Namun ia malah menanggung pengembalian uang tersebut terhitung Rp. 191 Juta.

Guna menindaklanjuti persoalan itu, Dadang juga menyampaikan akan membuat laporan resmi ke Polres Bengkalis. 

"Benar, saya akan menyerah semua bukti yang dimiiliki dan akan melaporkan permasalah ini ke Polres Bengkalis," ujar Dadang (18/01/2022) 

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol PP Bengkalis, Hengki Irawan membantah tudingan tersebut. Ia menilai tudingan tersebut adalah pencemaran baik terhadap dirinya. 

"Itu udah lama, pas tahun 2018. Gak ada penerimaan Satpol PP tertutup, semuanya terbuka dan udah banyak yang tahu. Ceritanya tuh dia mau masuk Satpol PP lagi ternyata belum ada penerimaan," kata Hengki, Selasa (17/1/2023). 

Hengki menjelaskan bahwa tudingan tersebut sama sekali tidak benar, bahkan orang tua dari Dadang sampai menemui dirinya untuk meminta maaf atas persoalan tersebut. 

"Malahan Dadang datang ke rumah saya minta maaf, saya bilang jangan buat lagi. Nah dia ternyata buat lagi saya cari dia,  Jadi ujungnya dia ingin menganu masalah lama padahal sudah saya maafkan," sesal Hengki. 

"Pulang dari Jakarta ini saya mau cari dia lagi, nanti kawan kawan termasuk dari kepolisian yang ikut menyelesaikan. Jangan dia nanti salahkan saya," tutur Hengki.***red/tim

Artikel Kanan
Artikel Kanan