Pemda Rokan Hilir Tingkatkan Perekonomian Nelayan
Editor : RUDI | Penulis: adv/humas

adv | 06 November 2019 | Dilihat : 89

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terus berupaya meningkatkan perekonomian nelayan dengan memberikan bantuan alat tangkap kepada kelompok nelayan, Rabu (6/11/19).

BAGANSIAPIAPI, RIDARNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terus berupaya meningkatkan perekonomian nelayan dengan memberikan bantuan alat tangkap kepada kelompok nelayan, Rabu (6/11/19).

Dengan bantuan alat tangkap berupa jaringan ikan tersebut, Pemkab Rohil berharap hasil tangkapan nelayan meningkat dan otomatis meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir lainnya.

Diantara kelompok nelayan yang menerima bantuan alat tangkap itu adalah kelompok nelayan Berkah, Kepenghuluan Raja Bejamu, dan kelompok Matahari laut, di Kepenghuluan Sinaboi, Kecamatan Sinaboi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir, M Amin mengatakan, bantuan jaring itu merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Rohil untuk tahun 2019, dan masing-masing kelompok mendapatkan 10 pcs jaring.

“Dan untuk 1 pcs jaring ini panjangnya bisa mencapai 90 Meter. Kalau 10 pcs jaring itu bisa mencapai 900 Meter,” sebutnya.

Menurutnya, nelayan yang mendapatkan bantuan ini adalah nelayan yang belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali dan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan itu sendiri.

“Jadi yang kita bantu ini nelayan yang belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali, dan ini artinya nelayan tersebut betul-betul sangat membutuhkan,” terangnya.

Dijelaskannya, bantuan jaring penangkap ikan ini diserahkan langsung kepada ketua kelompok nelayan masing-masing.

“Untuk yang mendapatkan bantuan ini juga sudah kita identifikasi bahwa yang bersangkutan memang betul-betul seorang nelayan. Mereka memiliki bot, jaring, dan peralatan nelayan lainnya,” ujar Amin.

Identifikasi ini dilakukan, ungkapnya, agar bantuan yang diberikan tidak disalahgunakan. Dan bantuan ini juga sesuai dengan yang diinginkan oleh nelayan itu sendiri.

Kemudian selanjutnya, pada saat penyerahan bantuan tersebut juga dibuat surat pernyataan bahwa kelompok nelayan yang menerima bantuan jaring bersedia untuk menjaga dan digunakan dengan sebaik-baiknya tanpa disalahgunakan

Sementara itu, saat ini Balai Benih Ikan (BBI) yang di kelola Dinas Perikanan (Diskan) yang berada di Kecamatan Rantau Kopar dan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, terus melakukan pengembangan sektor perikanan air tawar.

Program budidaya ikan air tawar melalui Unit pengembangan Balai Benih Ikan di Rantau Kopar dan Kecamatan Tanah Putih diharapkan dapat memudahkan para petambak memperoleh bibit/benih ikan.

Ditegaskan M Amin Spi, saat ini pihaknya memprioritaskan program budidaya perikanan air tawar guna membuka peluang usaha bagi masyarakat perikanan darat.

M Amin mengungkapkan, program tersebut terbukti sangat efektif dalam menyebarkan benih ikan air tawar hampir seluruh kecamatan di Rokan Hilir.

"Telah kita distribusikan ke kolam masyarakat dengan  bibit  yang cepat berkembang. Ini, tentu menghasilkan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri, mengingat program budidaya ikan air tawar ini punya berpeluang dalam mensejahteraan masyarakat," paparnya.
 
Dikatakannya, menurunnya tren sektor perikanan laut kedepan semakin tidak bisa terelakan. Untuk itu, pihaknya harus diantisipasi dengan mengembangkan sektor perikanan darat (air tawar). Dengan demikian Kabupaten Rohil (Bagansiapiapi) sebagai penghasil ikan tetap terjaga. Kendati tidak sejaya seperti dulu.

Untuk itu, Dinas Perikanan Rokan Hilir mengupayakan beberapa jenis ikan yang sangat prospek untuk dibudidaya seperti ikan Nila, Patin, Selais, dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya.

"Balai benih ikan di Rantau Kopar menghasilkan bibit ikan yang berkualitas dan baik," ujarnya.

Salah satu bibit ikan yang dihasilkan Balai Benih Ikan Rantau Kopar adalah bibit ikan nila. Teknisnya, induknya (betina) dipisahkan dengan jantan. Setelah beberapa hari lakukan pemijahan, ikan jantan dan betina disatukan/dikawinkan hingga menghasilkan anak (bibit).
 
" Dan bibit ikan tersebut sudah bisa kita salurkan kemasyarakat secara gratis. Mereka (masyarakat) cuma datang membawa potocopi KTP 3 lembar, mengisi formulir dan memberitahu berapa ukuran kolamnya," ungkap M Amin.(Adv/Humas)

 

Artikel Kanan
Artikel Kanan