Sekda Natuna Bacakan Pidato Mendikbud, HGN dan HUT PGRI ke 74
Editor : rima | Penulis: humas Natuna

nasional | 25 November 2019 | Dilihat : 43

Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 74, di Lapangan Sepak Bola Desa P

NATUNA, RIDARNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 74, di Lapangan Sepak Bola Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Senin (25/11) pagi.  

Dalam upacara tersebut, Sekda Natuna Wan Siswandi, S.Sos, M.Si, bertindak langsung sebagai pembina upacara, seraya membacakan Amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim.

Dalam pidatonya Nadiem Makarim menyebutkan, Biasanya tradisi Hari Guru Nasional dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, dimana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Demikian Pidato Mendikbud RI Nadiem Makarim yang dibacakan oleh Sekda Natuna.

Hadir dalam kegiatan tersebut para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Guru dan Siswa-siswi tingkat SD, SLTP dan SLTA serta para tamu undangan lainnya. (Humas Natuna)

Artikel Kanan
Artikel Kanan