Gelontorkan Dana Buka Usaha, Bos Zanafa Bantu Guru Madrasah di Siak Kecil
Editor : Delvia | Penulis: rils

sosial | 02 Desember 2019 | Dilihat : 6

Seorang Dosen Paska Sarjana UIN Suska Riau yang juga bos Penerbit dan Toko Buku Zanafa Pekanbaru, DR Hartono, MPd menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di kampung tumpah darahnya, Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Riau.

SIAKKECIL, RIDARNEWS.COM - Seorang Dosen Paska Sarjana UIN Suska Riau yang juga bos Penerbit dan Toko Buku Zanafa Pekanbaru, DR Hartono, MPd menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di kampung tumpah darahnya, Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Riau.

Setelah sukses dalam usahanya membangun dan membesarkan Zanafa, ia menggelontorkan dana membantu para guru dua MTs di Siak Kecil membuka usaha mandiri.

Dalam kegiatan inspeksinya, baru-baru ini, di TB Mart Tanjung Belit dan Rathu Mart Sepotong, ia datang bersama istrinya DR. Syalmaini Yeli yang juga dosen di UIN Suska Riau, guna memastikan dana bantuan yang pernah digelontorkan dapat dikembangkan dalam memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan guru di dua madrasah.

"Kita memang memantau cukup lama, terkait kondisi kesejahteraan guru madrasah ini. Untuk itu muncul ide berangkat dari usulan yang ada, membuka usaha bagi para guru ini. Dan tentunya tanpa mengganggu aktifitas pendidikan yang telah berjalan," terang Hartono yang lahir di Sepotong, dan dibesarkan di desa Tanjung Belit hingga kini menjadi Dosen di UIN Suska Riau tersebut.

Mendapat sokongan dana segar dari Donatur tersebut, Kepala MTs Tarbiyatul Banin Tanjung Belit, Dwi Yeni SPd langsung membentuk tim usaha, dan merancang usaha dengan membuka warung kedai harian yang menjual berbagai macam kebutuhan harian masyarakat sekitar MTs berada.

Bahkan memastikan usaha yang didirikan berbaur ke masyarakat, maka disewa ruko untuk memulai usaha tersebut tepat di Simpang Empat desa Tanjung Belit sebagai pusat perdagangan.

"Saat kita mendapat tawaran modal usaha, tentunya sangat senang. Maka kita langsung lakukan persiapan usaha, dan saat ini sudah berjalan tiga bulan, sejak dibuka 28 Agustus 2019 lalu. Alhamdulillah usaha sudah berjalan, namun masih butuh banyak pembenahan," ungkap Dwi Yeni.

Setelah berjalan, usaha dalam bentuk Tarbiyatul Banin Mart tersebut, telah menghasilkan sejumlah keuntungan. Bahkan sudah pula membantu menambah pendapatan bagi para guru, khususnya saat ini yang terlibat langsung.

"Ke depan tentunya usaha ini kita kelola lebih profesional, sehingga menghasilkan keuntungan yang bisa dinikmati seluruh guru bahkan dengan tujuan membantu pengembangan MTs," ujar Dwi Yeni.

Hal sama dilakukan, Kepala MTs Rathu Sepotong, Markonah SPdI, yang menyebut sejauh ini juga membuka Rathu Mart menjual barang kebutuhan harian, yang masih difokuskan untuk melayani kebutuhan para guru berbelanja di kedai milik MTs.

"Kita juga menjual berbagai jenis kebutuhan pokok, dengan menjual udang, ikan dan lainnya," terangnya.

Menurut DR. Hartono sebagai donatur, ia berharap agar modal usaha yang duberukannya bisa memberi manfaat yang besar dan terus menerus. Untuk itu konsepnya tidak memberi bantuan konsumtif dengan bantuan habis, tetapi bantuan produktif untuk buka usaha, sehingga bisa dikembangkan sebaik mungkin.

"Kita juga membangun jiwa enterpreunershif kepada para guru MTs ini. Dan saat ini karena baru memulai dna banyak jelemahan dan kekurangannya, ya wajar saja. Tapi kita tidak hanya memberi bantuan modal, tetapi ilmu usaha dan managejemn usaha bahkan sistem juga akan kita berikan. Karena kita berprinsip bantuan ini menjadi pintu pembuka para guru bisa memiliki usaha bersama, tanpa mengganggu kegiatan brlajar mengajar," tegas Hartono.

Ia mengaku optimis, jika dua MTs yang telah menerima bantuan modal sebesar Rp50 juta tersebut, dapat mengembangkan usahanya dengan baik. (rls)

Artikel Kanan
Artikel Kanan