Sagu Jadi Komoditi Unggulan di Meranti
Editor : bella | Penulis: Juna

meranti | 05 Desember 2019 | Dilihat : 13

Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur menjadi desa penghasil sagu terbesar di Meranti. Bahkan, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir pun mengakui kualitas sagu disana menjadi yang terbaik saat ini

MERANTI, RIDARNEWS.COM - Sagu menjadi salahsatu komoditi terbesar yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan berbagai macam produk olahan yang dihasilkannya. Selain menjadi produk unggulan, nilai jualnya juga cukup tinggi.

Sagu juga menjadi salahsatu aset terbesar di kabupaten termuda di Provinsi Riau itu. Sehingga, terkenal di seluruh Indonesia maupun dunia.

Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur menjadi desa penghasil sagu terbesar di Meranti. Bahkan, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir pun mengakui kualitas sagu disana menjadi yang terbaik saat ini.

"Bukan Indonesia saja yang mengakui itu. Bahkan, sagu di daerah kita terkenal di dunia," katanya.

Dikatakannya lagi, hingga kini, sebagian masyarakat bergantung pada sagu yang diolah menjadi berbagai produk panganan yang bergizi untuk diperdagangkan. Diantaranya adalah sagu rendang, beras sagu dan mie sagu.

"Beras sagu kini menjadi kebutuhan bagi penderita Diabetes. Mie sagu juga menjadi komoditi masyarakat di daerah kita," terangnya, Kamis, (05/12).

Ia berharap, masyarakat bisa terus berinovasi dengan sagu. "Seperti bereksperimen, sehingga menghasilkan berbagai produk panganan dari sagu. Sebenarnya banyak yang bisa dihasilkan lagi, seperti kue kering maupun kue basah dari sagu, cendol sagu, kerupuk sagu dan lain sebagainya," tambah Irwan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisdagperinkopUKM) Kepulauan Meranti, Ade Suhartian mengatakan, di Kota Selatpanjang, ada puluhan masyarakat yang menggeluti usaha mie sagu. Mulai dari industri kecil maupun menengah keatas.

"Sebagaian ada yang menjualnya di pasaran. Ada juga yang sampai di ekspor keluar negeri, contohnya ke Malaysia," paparnya.

Kini, di Meranti juga sudah ada Asosiasi UMKM Sagu. Disana, ada puluhan pengusaha produk olahan sagu yang tergabung di asosiasi tersebut.

"Tujuannya sebagai wadah bagi mereka untuk saling berbagi informasi terkait produk dari sagu. Dengan asosiasi itu, segala keluhan mereka juga akan direalisasikan oleh Pemda, seperti kebutuhan mesin dan lain-lain," tutup Ade. (juna)

Artikel Kanan
Artikel Kanan