Bentrok Saat Eksekusi Lahan di Gondai, Tiga Warga Luka
Editor : red | Penulis: lastin

peristiwa | 04 Februari 2020 | Dilihat : 15

Bentrok Saat Eksekusi Lahan di Gondai, Tiga Warga Luka

Pelalawan, ridarnews.com – Masyarakat gondai yang tergabung dalam koperasi Gondai Bersatu bentrok dengan aparat polisi dan security. Kejadian bermula saat DLHK Riau yang dikawal aparat kepolisian dan security sekitar pukul 08.00wib mengadakan eksekusi kebun plasma milik warga. Masyarakat yang tidak terima lahannya dieksekusi mencoba mempertahankan  dengan cara menghalangi alat berat yang  digunakan DLHK Riau untuk meratakan kebun warga, sebaliknya aparat berusaha membubarkan masyarakat dengan menyemprotkan gas air mata, sehingga bentrok tak terelakkan, dan terjadi saling lempar dan kejar-kejaran.
Menurut Syafrizal, saksi yang berada ditempat kejadian kepada media ini  menyebutkan akibat bentrok tersebut sebanyak tiga orang warga mengalami luka-luka seperti yang dialami Fernando Sinaga (25),  petani koperasi Gondai bersatu mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan batu, Masrul (35) luka dibagian kaki akibat lemparan batu, dan M Setiawan luka dibagian lutut akibat terjatuh karena dikejar aparat. Bentrok terjadi dilokasi kebun plasma milik warga (04/02/2020) sekitar pukul 09.30wib, tepatnya saat eksekusi di kebun plasma milik masyarakat blok 209 dan 188.
Bentrok berhenti setelah alat berat ditarik dari lokasi kebun plasma milik masyarakat.
Berdasarkan pantauan ridarnews.com di lokasi kejadian tampak warga masih berjaga di perbatasan  lokasi kebun plasma milik masyarakat dengan kebun inti PT PSJ yang telah dieksekusi terlebih dahulu, begitu juga aparat polisi dan security PT NWR.
Sementara Kapolres yang tiba di lokasi kejadian sekira pukul 17.50wib dan berdialog dengan warga berjanji untuk membicarakan kembali dengan DLHK. “Untuk saat ini tidak ada dulu penertiban, kita akan kordinasikan lagi dengan DLHK, terserah kepada warga mau tetap jaga disini atau tidak, tapi yang jelas tidak ada lagi kecolongan”, kata Kapolres.
Mantan Kapolres Rohul ini  menyebut bahwa hal tersebut bukanlah bentrok tapi tindakan spontan masyarakat yang mempertahankan kebun plasma. “sebenarnya ini bukan bentrok ya, tapi tindakan spontan masyarakat yang mempertahankan kebun plasma, dan kita sudah kondisikan, dan tiga anggota kita juga mengalami luka”, tutupnya.

Artikel Kanan
Artikel Kanan