Mediasi, Cara Babinsa Sekip Selesaikan Masalah Warga Binaan yang Bertikai
Editor : Delvia | Penulis: rima

tni | 09 Februari 2020 | Dilihat : 26

- Keberadaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 04/Limapuluh diharapkan sangat membantu penyelesaian pertikaian warga yang masalah asap pembakaran ayam yang muncul diwilayah binaan.

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Keberadaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 04/Limapuluh diharapkan sangat membantu penyelesaian pertikaian warga yang masalah asap pembakaran ayam yang muncul diwilayah binaan, Minggu, (9/2/2020)

Seperti mediasi ini turut dihadiri Babinsa Kelurahan Sekip Koramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Supriyadi didampingi Bhabinkamtibmas Brigadir M Yuherman, Ketua RW05 Sri Mulyani, ketua RT03 Yatmini, Tokoh masyarakat Sujarwo dan Ketua Pemuda Ujang.

Dalam mediasi ini, Serda Supriyadi menyampaikan agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak meluas sampai ke ranah hukum.

Permasalahan ini mencuat masalah asap pembakaran ayam usaha rumah makan ibu Meri dan ikan serta pembuangan sampah diselokan pipa pralon sehingga membuat selokan tersumbat dan air selokan melimpah ke teras tetangga.

"Mediasi ini dilaksanakan dikediaman ketua RW 05 ibu Sri Mulyani,"kata Serda Supriyadi.

Selanjutnya, mediasi berjalan dalam keadaan aman dan lancar kedua belah pihak bersepakat berdamai.

"Dan, ibu Mery bersedia memindahkan tempat pembakaran ayam dan ikan agar asap tidak mengganggu tetangga dan kedepannya berubah,"ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW05 Sri Mulyani mengaku, keberadaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini sangat membantu mereka dalam kelancaran tugasnya untuk menyelesaikan konflik hasil dalam mediasi tersebut kedua belah pihak yang berseteru setuju dengan saran dan masukan dari perangkat RW dan sepakat untuk berdamai.

Hasil dalam mediasi tersebut kedua belah pihak yang berseteru setuju dengan saran dan masukan dari komponen masyarakat dan sepakat untuk berdamai.

Terpisah, Danramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Kapten Arh Antoni menyadari banyaknya kasus-kasus perseteruan dengan warga yang ditemui di daerah binaannya.

Beliau berharap dalam membantu penyelesaian konflik asap pembakaran ayam di masyarakat dapat berjalan dengan baik tanpa masuk ke ranah hukum serta tentunya tanpa ada kekerasan yang akan merugikan kedua belah pihak.

“Kita juga berharap kerjasama masyarakat dalam penyelesaian masalah ini, kalau ada pertemuan mediasi, hendaknya kedua belah pihak hadir sehingga mudah untuk mencari jalan penyelesaian yang terbaik,” jelas Danramil Antoni. (rima)

Artikel Kanan
Artikel Kanan