Geruduk Kantor Penghulu, Warga Langkai Minta Bupati Copot Sug Dari Penghulu
Editor : bella | Penulis: ukma

siak | 19 Februari 2020 | Dilihat : 17

Ratusan masyarakat Kampung Langkai, kecamatan Siak menggelar aksi unjukrasi di depan Kantor Penghulu, Senin, (17/2/2020). Mereka menuntut agar SUG (51) agar turun dari jabatan sebagai Penghulu Desa Langkai.

SIAK, RIDARNEWS.COM - Ratusan masyarakat Kampung Langkai, kecamatan Siak menggelar aksi unjukrasi di depan Kantor Penghulu, Senin, (17/2/2020). Mereka menuntut agar SUG (51) agar turun dari jabatan sebagai Penghulu Desa Langkai.

Selain kaum adam terlihat juga ibu - ibu yang kesal sembari menggendong anaknya meminta kepada bupati dan pihak terkait untuk segera mengabulkan permintaan mereka.

Salah seorang wanita yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sug tidak pantas memimpin, sebaiknya ia mundur atau di pecat tidak hormat, ia berharap bupati dan pihak terkait segera mengabulkan permintaan masyarakat yang sudah sangat kecewa dengan sug.

"Kami menuntut penghulu untuk mundur, atau dipecat tidak hormat, karna sudah buat malu kampung ini," sahutnya dengan nada tinggi.

Warga menilai, sug tidak layak memimpin, karna sudah mencemari nama kampung, sug yang pernah di grebeg tempo hari, karna berduaan bersama Mar (41) sapaan akrab yang berstatus masih bersuami, dilahan sawit miliknya di kampung Buantan Besar, pria beruban ini diduga telah melakukan tindakan asusila bersama Mar pada saat itu.

Sahirun Ketua bapekam yang ikut dalam mediasi bersama perwakilan masyarakat yg berorasi mengatakan, berdasarkan hasil mediasi dengan pihak kecamatan dan perwakilan dari masyarakat yang berorasi, untuk sementara aktifitas kepala Kampung akan di non aktifkan.

"Kalau bapekam akan menjalankan sesuai fungsinya, menampung dan menggali aspirasi masyarakat, masyarakat maunya seperti apa, asal gak melanggar aturan ya kita layani" ujarnya

Setelah tuntutan untuk menon aktifkan sug dikabulkan, warga melanjutkan aspirasinya ke gedung Dewan di perkantoran sungain betung, kecamatan Siak,

Merekan juga menuntut Dewan untuk dapat segera mendengarkan dan mengabulkan aspirasinya.

Akibat orasi ini, jalan lintas siak- bungaraya sempat terhambat, sebagian masa yang berada dibarisan belakang memenuhi badan jalan lintas itu.

Berdasarkan hasil pantauan Ridarnews.com, Tampak sejumlah kendaraan mengantri untuk dapat melintas, aparat dari TNI dan kepolisian yang datang kelokasi langsung berjaga, sementara satuan lalu lintas langsung mengurai antrian kendaraan.

Beberapa waktu lalu (13/1/20) sug digrebeg warganya saat berduaan bersama wanita penjual ikan yang bukan istrinya dan bersuami, di kebun sawit milik sug, pria yang juga berprofesi sebagai petani ini lalu di giring warga dan bhabinkamtibmas menuju Mapolsek Siak, untuk dimintai keterangan.

Pada saat itu, Sug dan Mar yang telah dimintai keterangan, dengan menghadirkan pihak keluarga masing - masing kemudian dilepaskan, menurut Kanit Reskrim Polsek Siak Iptu Yeri, perkara tidak bisa dilanjutkan karna bersifat delik aduan, sedangkan pihak keluarga Sug maupun Mar tidak ada satupun yang melapor.

"Karna ini delik aduan, dan pihak keluarga tidak ada yang melapor, jadi tidak bisa dilanjutkan ketahap berikutnya," tutup Yeri. (Ukma)

Artikel Kanan
Artikel Kanan