Bupati Meranti Tetapkan Gugus Tugas Tanggap Darurat Covid-19
Editor : bella | Penulis: Juna

adv | 18 Maret 2020 | Dilihat : 362

- Dalam kondisi siaga Coronavirus (Covid-19), Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir MSi menetapkan gugus tugas tanggap darurat. Hal tersebut dilakukan dalam upaya pemantauan kepada pendatang dari luar daerah.

MERANTI, RIDARNEWS.COM - Dalam kondisi siaga Coronavirus (Covid-19), Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir MSi menetapkan gugus tugas tanggap darurat. Hal tersebut dilakukan dalam upaya pemantauan kepada pendatang dari luar daerah.

Saat ini, penyebaran virus corona sudah dikategorikan sebagai bencana skala global. Dalam upaya pencegahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti pun telah menetapkan status tanggap darurat.

"Didaerah kita cuma ada satu suspect. Tapi kita harus gerak cepat dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona ini," kata Irwan saat lakukan sidak di  Pelabuhan Tanjung Harapan, Kota Selatpanjang, Selasa (17/3/2020) kemarin.

Meski demikian, ia berharap tidak ada lagi suspect Corona di Meranti. Maka dari itu, tanggap darurat harus berjalan sesuai dengan instruksi.

"Satu suspect saja masyarakat sudah khawatir. Saya selaku pemerintah juga merasakan kekhawatiran itu," akunya.

Bersama dengan pihak kecamatan dan instansi terkait lainnya, ia mengharapkan sinergitas dalam hal pencegahan virus Corona bisa terlaksana dengan baik. Mulai dari pemantauan para pendatang dari negara dengan tingkat suspect Corona yang tinggi, hingga penggunaan masker pada setiap warga yang beraktivitas di pelabuhan.

"Pemantauan dilakukan oleh petugas dilapangan 14 hari lamanya. Stok masker juga sudah kami sediakan," tutup Irwan.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri megungkapkan, upaya pencegahan masuknya virus Corona memang harus dilakukan sejak dini.

"Kerjasama antara Dinkes dan berbagai pihak seperti Pemerintah Kecamatan (Pemcam), Lurah, hingga Pemerintah Desa (Pemdes) harus dilakukan. Setiap desa atau dusun harus dipantau. Sama halnya dengan aktivitas pelabuhan, kedatangan penumpang dari daerah lain bahkan dari luar negeri harus benar-benar kita pantau," pungkas Muhammad Fahri. (Adv)

Artikel Kanan
Artikel Kanan