Bulan Mei, Dinas Koperasi UMKM Inhil Pastikan Kegiatan Sudah Jalan
Editor : Delvia | Penulis: myf

inhil | 24 Maret 2020 | Dilihat : 3

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kabupaten Inhil HT Eddy Efrizal menyanggupi bahwa kegiatan belanja barang di instansi sudah mulai bisa di mulai pada bulan Mei mendatang.

TEMBILAHAN, RIDARNEWS.COM - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kabupaten Inhil HT Eddy Efrizal menyanggupi bahwa kegiatan belanja barang di instansi sudah mulai bisa di mulai pada bulan Mei mendatang.

"Kita optimis pada bulan Mei kita sudah bisa mulai, untuk itu segala administrasi terus kita lengkapi, agar bisa ditayang di LPSE," katanya saat Rapat dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II yang dihadiri oleh ketua Komisi Ir Ahmad Junaidi MSi, Wakil Ketua Taufik Hidayat dan anggota Komisi II lainnya di ruangan Banggar, Selasa, 24 Maret 2020.

Dalam kesempatan itu, mantan Kadis Cipta Karya tersebut mengungkapkan ada 24 paket kegiatan yang menyangkut dengan belanja barang di instansinya saat ini. Meski dirinya baru menjabat, dia pastikan apa yang diminta oleh Komisi II bisa dipenuhi.

Lebih jauh diungkapkannya, masalah utama di Dinas Koperasi dan UMKM Inhil terletak pada minimnya anggaran yang tersedia. Padahal Inhil, instansi yang ia pimpin ini mendapat predikat tipe A, sudah tentu membutuhkan anggaran yang lebih besar untuk monitoring dan pembinaan koperasi yang ada.

Masih menurutnya, banyak anggaran APBN yang tersedia bisa digunakan untuk berbagai kegiatan di Inhil. Hanya saja untuk mendapatnya, perlu lobi yang mengharuskan kita melakukan perjalanan dinas hingga ke Jakarta.

"Untuk itu kita butuh dukungan Komisi II menyangkut anggaran. Ibarat Motor Komisi II adalah bensinnya, macam manapun kita mengutak-atik, kalau bensinnya tidak ada, motor tidak bisa jalan juga" ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Inhil Ir Ahmad Junaidi MSi, meyakini Kadis Koperasi dan UMKM yang baru mampu melaksanakan tahapan kegiatan mulai bulai Mei. Sebab, saat menduduki jabatan yang lama kegiatan yang ditangani lebih banyak.

Kata Junaidi lagi, kenapa persoalan ini ia ditekankan karena menyangkut dengan keterlambatan pekerjaan pada tahun-tahun sebelumnya. Imbas pekerjaan jadi terlambat, hingga berakibat pada tunda bayar.

"Kita tidak ingin persoalan seperti itu kembali terjadi. Untuk itu saya tekankan sesuai dengan RDP kita pada hari ini, bulan Mei kegiatan sudah bisa mulai berjalan," katanya. (myf)

Artikel Kanan
Artikel Kanan