Enam Tahun Jadi Budak Sex, Ayah Tiri Diringkus Polsek Bunut
Editor : Bella | Penulis: Lastin

pelalawan | 16 Juni 2020 | Dilihat : 8

Polsek Bunut ringkus pencabulan anak dibawah umur

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM -  Polisi Sektor (Polsek ) Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan mengamankan seorang pria insial AD (40), yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak tirinya selama 6 tahun. Pencabulan diduga dilakukan terhadap RK (18) berusia 13 tahun sampai berusia 18 tahun.

Kasus tersebut baru terkuak setelah korban berinisial RK didampingi oleh kakaknya melaporkan perbuatan ayah tirinya ke Polsek Bunut. Laporan RK langsung direspon Polisi. Atas Perintah Kapolsek Bunut AKP Rokhani, pun langsung ditindaklanjuti dengan mengamankan AD ayah tiri korban. 

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko Selasa (16/062020) melalui Iptu Edy Haryanto, Kasubag Humas Polres Pelalawan kepada media ini mengungkapkan, pelaku berinisial AD telah ditangkap pada hari, Senin (15/06/2020) kemarin sekira pukul 15.00 WIB.

Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Bunut melakukan pencarian terhadap terlapor (AD ) dirumahnya di Desa Air Terjun Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan, namun saat itu terhadap Terlapor tidak berada di rumahnya. Selanjutnya  pencarian dilakukan ke  tempat biasa terlapor nongkrong dan berhasil mengamankan AD di sebuah warung di Simpang Rawang empat, Desa Kuala Semundam Kecamatan Bandar Petalangan. 

Setelah diinterogasi, dihadapan petugas  AD mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap  korban secara berulang kali semenjak tahun 2015, hingga terakhir kali pada hari, Kamis tanggal 11 Juni 2020, sekira pukul 22.00 wib di dalam kamar korban.

"Alasan pelaku melakukan hal tersebut, karena ia sayang kepada anak tirinya tersebut dan juga karena pelaku tidak merasa puas bila berhubungan badan  dengan  istrinya yang merupakan Ibu kandung korban yang  sudah tua, dan juga dalam keadaan sakit stroke sejak  satu tahun terakhir", kata Edy.

Ditambahkannya,  kejadian peristiwa sudah lama terjadi Pelaku yang merupakan ayah tiri korban sudah berulang kali menyetubuhi (RK). Awal peristiwa itu terjadi pada tahun 2015. Saat itu Korban masih berumur 13 Tahun masih duduk di bangku SMP kelas satu. Ketika korban sedang tidur di dalam kamarnya, korban merasakan seperti ada orang yang memegang dan menimpa tubuhnya. Kemudian korban terbangun dan melihat bapak tiri Korban sudah berada didekatnya dan langsung memeluk korban sembari menutup mulut korban dengan tangannya.

Pelaku berusaha membuka pakaian korban dan korban berusaha menolak dan melawan, namun karena tenaga pelaku lebih kuat dari korban tidak dapat melawan. Pelaku berhasil membuka seluruh pakaian korban dan menyetubuhinya.

"Korban takut memberitahukan kebejatan ayah tirinya,  karena prlaku mengancam Korban supaya tidak melaporkan perbuatannya kepada orang lain. Jika Korban berani untuk  melaporkan nya, maka pelaku mengancam  akan membunuh korban dan menyakiti ibu korban", imbuhnya.

Atas perbuatannya, AD dijerat dengan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sesuai pasal 81 ayat (2) dan (3) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (Lastin)

 

Artikel Kanan
Artikel Kanan