Kunjungi Pemkab Meranti, DPRD Karimun Berbagi Ilmu dalam Penanganan Covid-19
Editor : juna | Penulis: rils

adv | 19 Juni 2020 | Dilihat : 47

Kunjungi Pemkab Meranti, DPRD Karimun Berbagi Ilmu dalam Penanganan Covid-19

MERAMTI, RIDARNEWS.COM - Mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) bukan sebuah perkara yang mudah. Agar membuahkan hasil, diperlukan pengetahuan dan strategi jitu mulai dari pemantauan hingga penanganan.

Hal tersebut disadari oleh anggota komisi l DPRD asal Kabupaten Tanjung Balai Karimun. Selain berbagi pengetahuan dalam menangani kasus Covid-19.

Kunjungan para legislator tersebut juga untuk meningkatkan sinergi antar kedua daerah untuk bersama-sama mencegah penyebaran wabah tersebut sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan diri untuk menerima kedatangan warga asal Karimun ke Meranti, begitu juga sebaliknya.

"Agar tidak ada rasa saling curiga dan kuatir saat menerima kedatangan warga Meranti datang ke Karimun begitu juga sebaliknya," ujar Wakil Ketua DPRD Karimun, Sulfanow Putra saat menggelar pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Meranti di Aula Biru Kantor Bupati, Jumat (19/6/2020).

Turut hadir dalam rombongan Anggota Komisi I DPRD Karimun yakni, Sulistina, H Anwar Hasan, Fachrul Rozi, Balia, Zulfikar, Sumardi, serta Sekwan dan pejabat lainnya.

Kedatangan mereka langsung disambut oleh Asisten I Sekdakab Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Kesehatan Meranti dr Misri Hasanto, Kabag Ren Polres Meranti Kompol Amir Husin, Ketua MUI Meranti H Mustafa, Danramil Selatpanjang Lakatang, Jubir Covid-19 Meranti Muhammad Fahri, Direktur RSUD dr Ria, serta Humas dan Protokol Meranti.

Dalam pemaparannya, Asisten I Sekdakab Meranti Syamsuddin yang juga Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, kunci utama keberhasilan pihaknya dalam mencegah penyebaran Covid-19 adalah aksi dilapangan, seperti memantau dan mengawasi pendatang yang masuk ke Meranti melalui pintu masuk pelabuhan secara ketat.

Selain itu, menggencarkan sosialisasi di tengah masyarakat agar disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan serta mengeluarkan kebijakan dan regulasi untuk mengatur aktifitas masyarakat.

Lebih jauh disampaikan Syamsuddin, seluruh pasien positif Covid-19 di Meranti berawal dari santri asal Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu yang baru pulang dari Magetan. Transmisi lokal pun hanya terjadi pada keluarga pasien. Dengan kesigapan tim gugus tugas melakukan isolasi dan pengobatan, akhirnya semua pasien Covid-19 kluster Magetan tersebut berhasil sembuh dan penyebaran berhasil ditekan. Kini kondisi Meranti sudah kembali ke Zona Hijau dengan nihil jumlah kasus positif.

Setelah mendengarkan pemaparan singkat Syamsudin, rombongan legislator Karimun yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Karimun Sulfanow, mengawali sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Pemkab Meranti.

Dalam penjelasanya, ia mengatakan kondisi Karimun dan Kabupaten Meranti sama, yakni sama-sama berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura dan banyak menerima warga yang sebagian besar TKI yang berasal dari dua negara tetangga tersebut yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai zona merah Covid-19.

Dari data Tim Gugus Tugas Covid-19 Karimun, sejak Januari lalu jumlah TKI asal Malaysia yang masuk ke Karimun pada gelombang pertama sebanyak 17 ribu orang, dari jumlah itu sebanyak 280 orang warga masuk dalam ODP, sementara 24 orang ditetapkan sebagai PDP. 22 orang diantaranya telah selesai proses pengawasan, dan 2 lagi masih dalam pengawasan di rumah. Sementara untuk PDP yang meninggal sebanyak 3 orang, positif Covid-19 sebanyak 5 orang dan 4 orang dinyatakan sembuh. Hingga kini hanya tinggal 1 orang yang dirawat.

Namun dari informasi yang disampaikan Sulfanow, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Karimun sudah tidak ada lagi.

Ia berharap kondisi itu tetap bertahan, caranya dengan menjaga masuknya pasien positif Covid-19 dari daerah lain ke Karimun. Lebih lanjut, ia mengaku warga Karimun tidak terlalu khawatir dengan warga asal Selatpanjang, tapi yang ditakutkan adalah warga daerah lain yang masuk melalui Selatpanjang menuju Karimun. Untuk itu ia berharap agar Tim Gugus Tugas Meranti melakukan pengawasan ketat. Pihaknya pun juga akan melakukan hal yang sama bagi warga yang keluar dari Karimun menuju Selatpanjang.

"Sehingga tidak ada lagi rasa saling curiga," ujarnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan itu Kadiskes Meranti, dr Misri Hasanto memaparkan tarkait apa saja upaya yang telah dilakukan Kabupaten Meranti untuk mencegah penyebaran Covid-19 sejak Januari 2020 lalu. Diawali dengan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Karimun atas koordinasi yang intens, dimana Karimun dan Meranti hingga saat ini saling bahu membahu membantu menangani warga pada kedua daerah.

Dijelaskan Misri, sejak Januari 2020 lalu bertepatan dengan perayaan Imlek, saat itu Meranti menggelar sebuah iven besar yakni Cian Cui atau Perang Air yang dihadiri oleh puluhan ribu warga Tionghoa dari berbagai negara termasuk China. Dan Meranti telah lebih dulu berupaya mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19.

"Alhamdulillah berkat koordinasi yang baik antar OPD kegiatan Cian Cui berlangsung baik dan penyebaran Virus Covid-19 di Meranti dapat diantisipasi. Ketika itu sebanyak 5000 warga Tionghoa dipantau. Dan ada 3 orang warga yang terindikasi positif Covid-19 kita dipulangkan tak boleh masuk Selatpanjang," jelas Misri.

Pasa Februari 2020, Pemkab Meranti mendengar adanya pertemuan para tokoh agama dari berbagai negara didunia yang dipusatkan di Malaysia, setelah pertemuan itu diketahui 400 peserta dinyatakan positif Virus Corona. Puluhan orang peserta diketahui warga asal Riau termasuk dari Meranti. Mendapati kondisi itu, Pemkab Meranti langsung berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memblok semua warga asal Malaysia yang terindikasi terpapar Covid-19.

Kemudian, pada tanggal 6 Maret 2020, Gubernur Riau mengumumkan status siaga darurat Covid-19, dan tanggal 17 Maret 2020 Meranti menyusul menetapkan atatus siaga darurat. Dilanjutkan lagi pada tanggal 30 Maret 2020 penetapan status tanggap darurat karena situasi mulai berpotensi membahayakan dan menuntut untuk segera dilakukan penanganan secara intensif.

"Saat itu, semua pasien yang terindikasi positif Covid-19 tidak boleh masuk ke Meranti," ucap Misri.

Masalah baru muncul ketika daerah pulau Jawa memberlakukan lockdown dan menghentikan seluruh aktifitas yang mengundang kerumunan masa termasuk proses belajar mengajar di pesantren. Ketika itu, ratusan santri asal Riau pulang ke daerah masing-masing termasuk santri asal Meranti tepatnya di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu.

"Disitulah baru ditemukan kasus Positif Covid-19. awal dilakukan pemeriksaan para santri itu negatif, namun saat dilakukan pemeriksaan selanjutnya didapati 2 positif. Mendapati hal itu, Meranti langsung melakukan tracing dan ditemukan lagi 4 warga positif Covid-19 yang tak lain adalah keluarga dari santri tersebut yang terpapar melalui transmisi lokal," jelas Misri.

Untuk mengantisipasi penyebarannya semakin luas, Pemkab Meranti menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Tertentu (PSST) atau PSBB berskala kecil di Desa Bandul. PSST diberlakukan untuk menghidari lumpuhnya ekonomi Meranti.

"Kami mengunci desa selama 2 X 14 hari pertama baik bagi warga yang ingin keluar maupun yang masuk," ucap Misri.

Terakhir dilakukan Rapid Test Masal di Desa Bansul dimana hasilnya Indeks penularan virus 0.99, artinya antisipasi penularan Covid-19 yang dilakukan cukup efektif.

Sejauh ini, dijelaskan Misri lagi, jumlah total warga ODP di Meranti sebanyak 8459 dan 8087 orang selesai dipantau. Pasien PDP 14 orang dan semuanya sembuh, 12 Pasien Positif Covid-19 sudah sembuh dan dipulangkan, untuk kasus kematian masih 0.

Kebijakan lain untuk penanganan Covid-19 di Meranti adalah dengan  membangun ruang Isolasi, serta menyiapkan APD disetiap puskemas.

"Disini kami merenovasi ruang BLK menjadi ruang Isolasi begitu juga Aula RSUD Meranti untuk mengatisipasi terjadinya gelombang ke dua penyebaran Covid-19. Terakhir kami melakukan rapat untuk persiapan New Normal yang akan diberlakukan pada 1 Juli 2020 mendatang," jelasnya lagi.

Senada dengan Asisten I Sekdakab Meranti, keberhasilan Meranti mencegah penularan Virus Covid-19, dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus-menerus agar menerapkan protokol kesehatan dan mengurangi aktifitas diluar rumah. Apalagi dalam menyabut Era New Normal saat ini yang pada dasarnya bukan kembali normal seperti biasa tapi tetap dibatasi dengan secara disiplin mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.

"Caranya dengan mengencarkan sosialisasi zprotokol Kesehatan dari Tim Gugus Tugas dalam hal ini Sapol PP, Kepolisian, Pihak Dinas Kesehatan dan Perhubungan di titik-titik strategis yang banyak mengundang kerumunan masa seperti pasar, swalayan dan warung-warung kopi," jelas Kadiskes Meranti itu.

Selain itu ditambahkan Syamsuddin, pihaknya akan memperketat pengawasan di pintu masuk seperti Pelabuhan dengan mengecek suhu tubuh, mendata warga yang berasal dari Zona Merah dan lainnya.

Begitu juga dalam pelaksanaan ibadah di Masjid Pemda dan MUI serta tokoh agama senantiasa memberikan pengertian kepada masyatakat hingga memahami dan mau mematuhi surat edaran yang telah dikeluarkan. (Adv)

Artikel Kanan
Artikel Kanan