Cegah Karhutla, Bupati Meranti Teken MoU Desa Bebas Api Bersama RAPP
Editor : delvia | Penulis: Juna

adv | 30 Juni 2020 | Dilihat : 189


MERANTI, RIDARNEWS.COM - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir MSi melakukan penandatanganan kesepakatan atau MoU Program Desa Bebas Api Tahun 2020 dengan PT Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP). Dalam program tersebut, 10 desa di 2 kecamatan langganan Karhutla menjadi fokus pencegahan dan penanggulangannya, Selasa (30/6/2020).

Penandatanganan MoU langsung dilakukan oleh menejer operasional PT RAPP, Susilo Sudirman dan Bupati Kepulauan Meranti. Diikuti juga oleh Kapolres, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Irmansyah dan beberapa Kepala Desa (Kades).

Dalam penyampaiannya, Susilo Sudirman menilai bahwa Provinsi Riau khususnya di Kepulauan Meranti memiliki banyak hutan tropis dan lahan gambut. Kondisi ini perlu menjadi perhatian semua pihak khususnya pada musim kemarau yang rentan terjadinya Karhutla. Untuk itu, pihak PT RAPP mulai fokus menjaga area konsesi perusahaan dan sekitarnya dari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Karena kita sering lupa untuk mencegah terjadi Karhutla, padahal mencegah lebih baik daripada memadamkan," akunya. 

Dikatakan Susilo, PT RAPP akan terus hadir dan berupaya untuk meningkatkan sinergitas dengan pemerintah, TNI/Polri serta masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi Karhutla.

 "Seperti yang selalu ditekankan pimpinan kehadiran kami (PT RAPP) bukan sebagai tamu, tapi merupakan bagian dari masyarakat untuk sama-sama menyelesaikan PR besar yakni mencegah terjadinya kebakaran," ucapnya.

Program Desa Bebas Api ini pertama kali digulirkan oleh pada Tahun 2015 lalu. Selama empat tahun berjalan mendapatkan hasil yang cukup signifikan bagi pencegahan Karhutla di wilayah Kepulauan Meranti.

"Sebelum program ini berjalan luas kebakaran hutan di Meranti mencapai 750 Ha, kini hanya berkisar 0.5 persen saja," jelasnya.

Adapun 10 wilayah yang masuk Program Desa Bebas Api Tahun 2020 ini adalah Kecamatan Merbau yang meliputi Desa Belitung, Lukit, Pelantai, Mekar Sari dan  Mayang Sari. Pada Kecamatan Tasik Putri Puyu, meliputi Desa Putri Puyu, Kudap, Dedap dan Mekar Delima.

Selain melakukan penanggulangan Karhutla, PT RAPP juga akan melakukan sosialisasi antisipasi di sekolah-sekolah hingga di tempat-tempat umum lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Irwan mengucapkan apresiasi kepada PT RAPP yang telah menggagas program peduli api. Menurutnya, program tersebut sangat baik dalam menjaga ekosistem dan lingkungan dari kebakaran. Ia berharap dengan adannya MoU ini, bencana Karhutla yang sempat memporak porandakan hutan gambutvdi Meranti di Tahun 2014 silam tidak terjadi lagi.

"Jangan sampai ditahun 2020 ini Karlahut kembali marak," pintanya.

Saat ini, Meranti dihadapkan dengan dua kondisi yang sulit. Pertama adalah dampak pandemi Covid-19 yang membuat anjloknya ekonomi, terganggunya kesehatan, serta sosial. Kedua yakni musim kemarau yang berpotensi menimbulkan Karhutla.

Dikatakan Irwan lagi, semua layak bersyukur karena sejak digulirkannya Program Desa Bebas Api telah mampu menekan angka Karhutla di Meranti khususnya di dua kecamatan, yakni Tasik Putri Puyu dan Merbau tepatnya di Desa Putri Puyu, Lukit dan Tanjung Padang.

Ia berharap, kondisi itu dapat terus dijaga melalui aksi nyata di lapangan, karena mencegah lebih baik daripada memadamkan yang akan merepotkan semua pihak. Dan yang tak kalah penting menghabiskan sumber daya.

"Mencegah lebih baik daripada memadamkan karena jika terjadi kebakaran akan menghabiskan sumberdaya yang tidak sedikit," paparnya lagi.

Untuk mengoptimalkan pencegahan Karhutla, ia mengintruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satpol PP Kepulauan Meranti untuk kembali melayangkan surat edaran kesiagaan pada seluruh kecamatan dan desa untuk bersiap menghadapi musim kemarau. 

"Saya minta aktifkan kembali Masyarakat Peduli Api. Cek smua peralatan, sumber air (embung) dan semua yang diperlukan. Ini bukan lagi masalah baru, kita semua tahu lokasi rawan kebakaran. Mari bersama di antisipasi jangan sampai terjadi Karhutla lagi," tegas Irwan.

Hal senada juga ditimpali oleh Kapolres Meranti AKBP Taufik Lukman mengatakan kesepakatan bersama ini sangat baik dalam menanggulangi Karhutla memasuki musim kemarau. Ia berharap Karlahut yang cukup besar terjadi ditahun 2019 dengan luasan 589 hektare tidak terjadi lagi.

"Pada bulan Maret sampai April lalu sempat terjadi kebakaran hutan seluas 34 hektare, namun kita berharap jangan sampai kejadian tahun lalu terulang lagi," harapnya.

"Jadikan MoU ini sebagai motivasi dan upaya meningkatkan sinergitas antar semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi terjadi Karhutla di wilayah Kepulauan Meranti," pungkas AKBP Taufiq Lukman. (Adv)

Artikel Kanan
Artikel Kanan